Tulisan ini dibuat tanggal 29 Juli 2010.
Tanpa dipungkiri sejak digulirkannya pesta sepak bola sejagat di belahan Benua Afrika, yakni di Afrika Selatan, para pecinta olah raga ini tentu seakan hadir dan terlibat dalam pesta tersebut.
Sebutlah ketika saya dengan team dari http://dbalivillas.com dan http://balihotelsreview.com berjalan dari arah Sanur menuju ke Buduk, Sempidi, Bali, Indonesia untuk menghadiri undangan Open House salah satu villa baru yang dibuka pada tanggal tersebut.
Dalam perjalanan saya melewati Sesetan menuju ke Jalan Pulau Kawe-Pulau Bungin.
Di sepanjang jalan ini berjejer dengan sumringahnya bendera-bendera peserta kontes sepak bola sedunia tersebut.
Ada bendera Argentina, Portugal, Belanda, Spanyol, dan banyak lagi.
Sepintas memang terlihat megah, apalagi melihat ukurannya yang rata-rata besar. Berkibat dengan megah dihembut angin...
Saya mencoba melihat lebih jauh lagi ke arah denpasar. Dan ternyata masih banyak juga bendera-bendera tersebut dikibarkan oleh warga yang pastinya adalah menjagogan team favorit nya.
Teman saya yang orang asing berkebangsaan Australia berseloroh kepada saya di sela-sela diskusi tentang sepak bola sepanjang perjalanan kami. Dia berseloroh : "Wah, kok ngga ada bendera Indonesia, ya?"
Dengan sigap saya menjawab sambil menunjukkan satu bendera merah-putih berukuran kecil sekitar 30cm x 40cm yang dikibarkan diantara bendera-bendera besar yang berukuran sekitar 2m x 3m. Saya jawab : "Tuh, lihat, Bendera Merah-Putih."
Dan ditanggapi oleh teman bule saya itu : "Hahahaha......"
Setelah itu percakapan kami terhenti.
***
Kalau dilihat sepintas, percakapan kami tersebut seakan tidak ada maknanya. Tetapi, saya merasa sedikit terganggu dan merasa terenyuh dengan ungkapan teman bule saya itu saat dia berkomentar "Kok tidak ada benderaIndonesia"
Sebab memang sepanjang perjalanan yang saya lihat hanyalah bendera-bendera negara lain yang dengan gagah dikibarkan.
Barangkali saja warga/masyarakat yang mengibarkan tersebut tidak memiliki bendera Merah-Putih seukuran bendera bangsa lain yang dipajangnya untuk menunjukkan "dukungan" nya kepada team kesayangannya.
Banyak rasa berkecamuk di hati saya, terenyuh, sedih, dan sebagainya....
Negara kita yang lengkap dengan penduduk diatas 250 juta, tidak bisa berkiprah di dunia olah raga jenis ini, sampai-sampai warganya harus bela-belain mengibarkan bendera negara lain sementara mereka tidak punya bendera sediri seukuran tersebut.
Sudah sedemikian hilangkah rasa Nasionalisme di hati mereka, atau tanpa disadari, rasa nasionalisme tersebut sudah terkikis perlahan seiring dengan hiruk-pikuknya kondisi sosial-politik di negeri in.
Tak terasa perjalanan kami terhenti di depan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kerobokan, Kuta Bali.
Samar-samar dari dalam gedung SKB tersebut saya dengar suara anak-anak sedang berlatih paduan suara....
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya merdeka-merdeka....
Tanahku Negriku yang kucinta....
Indonesia Raya merdeka-merdeka....
Hiduplah Indonesia Raya....
Photo:
http://www.prlog.org/




